Sunday, November 4, 2018

Terima Kasih Untuk Yang Tak Bisa Menjadi Kasih.... [Sekedar Coretan]


Newton I

Aku teringat…. Kala hujan mulai berhenti membasahi bumi.. disaat yang sama kau – pun mulai perlahan menghilang. Pergi tak kembali hilang tanpa ada alasan, rintik hujan seakan berkata “dia pun sama dengan ku”. Kau tau apa yang lucu dari semua ini? Iyaa… semua perhatian mu kepada ku ter nyata palsu.
Aku teringat…. Kala pagi hari yang mulai tak sama, saat dulu ku dengar suara notif darimu dari ponsel ku yang sengaja ku bedakan agar ku tau itu adalah dirimu. Saat malam yang biasa ku dilewati dengan mendengar cerita keseharian mu bercerita hingga rasa kantuk diantara kita sudah memenuhi bola mata hingga terlupa bahwa ternyata aku hanya dijadikan mu teman cerita.
Aku teringat….
Kala ucapan “selamat pagi” darimu yang selalu ku tunggu
Aku teringat….
Kala dirimu meminta kepadaku agar menyanyikan sebuah lagu untukmu
Aku teringat…. Aku teringat….
Aku…
Teringat…
Saat…
Dirimu…
Pergi…
 Aku tak tahu mengapa aku bisa begitu puas mendengar tawamu, sejumlah candaan aku tengah kumpulkan agar kau bisa selalu tertawa, sejumlah kebahagiaan aku tengah aku produksi agar nanti kesedihan mu bisa kau ganti dengan kebahagiaan yang kubuat. Tawa mu bagaikan secangkir kopi; pahit namun menenangkan sakit, bagaikan cinta pada pandangan pertama; indah namun semua itu hanyalah fana.
Aku bagaikan kayu yang dimakan bara api; terbakar, panas saat mengetahui kabar mu yang sudah mendapatkan orang yang lebih bisa membuat mu bahagia. Kenangan yang yang semu membuatku menyadari sesuatu, bahwa selama ini kau hanya berpura – pura, kau hanya menghubungi ku saat dirimu kesepian, memanggil ku saat air mata menderai keluar. saat itu kusadari aku harus bisa melupakan mu.

Dan benar…
Yang tersulit dari melupakan bukan kenangan nya
Tapi kebiasaan kebiasaan yang sering di jalani bersama


Ingin ku berteriak karena aku tak bisa memilikimu sedetik saja sungguh aku ingin memiliki mu walau tak selamanya paling tidak bisa mewarnai setiap cerita. Gila? Tidak… aku hanya disilaukan pada sinar kegelapan dunia yang sudah sangat jelas dijelaskan dalam al-quran bahwa itu semua haram dan takkan bahagia manusia yang tergila pada dunia.

Maaf aku terlalu tergila gila padamu…
Maaf aku terlalu ingin memilikimu…
Maaf jika aku ingin mengambil semua senyuman dan tertawa mu sebagai koleksi pribadi ku, mengambil hak mu untuk hidup bebas. Melupakan ku bahwa aku memang tak pantas untuk hidupmu.

Berat rasanya meninggalkan mu namun apa yang bisa ku lakukan? seperti mengarungi samudra, senyummu perlahan mulai bisa ku lupakan. kau tak bergeming kau tak pernah mengatakan bahwa aku berkelakuan seperti anak kecil, kau tak pernah mau untuk memberi tau ku bahwa dari dulu kau memang tak pernah  menyukai ku. Namun aku bersyukur karena tepat setelah kau meninggalkan ku Allah memberikan hidayah nya kepada ku lewat perantara dirimu, tepatnya lewat kata kata perpisahan darimu.
Hidayah itu datang dan memberi tau ku bahwa selama ini aku salah menilai cinta, aku salah meyikapi cinta, aku salah karena aku sudah meninggalkan cinta yang paling tulus, cinta yang dari dulu tak pernah meninggalkan ku, yaitu cinta Allah. Bahkan selama ini alasan mengapa aku tak bisa medapatkan mu ada di al-quran, kitab yang selama ini aku baca.






قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ
وَأَزْوَاجُكُمْ   
وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Artinya: katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Q.S. AT – TAUBAH : 24








Begitu jelas sudah di jelaskan, “jika kalian mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cinta kalian kepada Allah maka tunggulah sampai Allah memberi keputusan”. Sekuat apapun kita mencoba, sekuat apapun kita sudah berusaha, sekuat apapun kita menghiburnya kalau cinta sudah melebihi batas maka pasti kita tak bisa mendapatkan nya. Kenapa? karena Allah sangat mencemburui seseorang yang berharap pada selain nya.

Dari sini ku belajar… bahwa sebenarnya cinta itu fana
 pada dasarnya
cinta itu fitrah jika di gunakan dengan cara yang haram maka takkan pernah bahagia hidupmu
jika digunakan dengan cara yang halal maka indahlah hidupmu

Setabah apapun kita mencoba untuk membuat dia bahagia yang belum halal, seberapa hebat pun kita membuat bahagia, seberapa pun kuatnya kita menahan kantuk untuk mendengar setiap ceritanya, secepat apapun kita membalas pesan dari – nya pada akhirnya nanti yang paling kita banggakan kelak akan menjadi yang paling kita relakan
Terima kasih untuk dirimu yang sudah meninggalkan ku, aku tak menyesalinya saat engkau pergi yang ku sesali adalah aku selalu menyebut namamu didalam doa ku, selalu ku pinjam namamu sampai kusadari semua itu tak berguna semua yang telah ku jalani menjadi pengalaman yang berharga bagiku.

Terima kasih untuk yang tak bisa menjadi kasih… Walau pun demikian mungkin ini adalah sesuatu yang harus ku jalani. Jangan lagi mencari ku di masa lalu karena diriku sudah tak ada disana walaupun ku tau kau mungkin tak pernah mencari ku. Maaf jika aku pernah melakukan sesuatu yang bodoh dan konyol hanya untuk membuat mu tertawa.

Walaupun terkadang aku harus menahan rindu namun jika bukan karena aku takut kepada Allah pasti diriku akan kembali menghubungimu.

Ohh iya kau tau apa yang lebih berat dari rindu? Iyaa menahan khusyuk dalam solat walaupun hanya 5 menit. Rindu masih kau tahan namun, khusyuk dalam solat sangat suit. Terkadang senyuman, kenangan dan lain lain lewat terlintas.

Kau bisa menahan rindu sampai ber tahun tahun? itu biasa… tak ada yang istimewa…
Namun… jika Kau bisa menahan khusyuk dalam solat walau hanya 5 menit maka percayalah kau hamba Allah yang istimewa.

Kau tau apa artinya dari semua ini? Iya terkadang aku sering meninggalkan Allah hanya karena dirimu dan aku baru sadar sekarang bahwa “jika aku kehilangan dunia tapi masih memiliki Allah maka aku akan baik baik saja tapi jika aku kehilangan Allah maka aku akan kehilangan SEGALANYA”.


Bunyi Hukum Newton 1

Bunyi: "Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap". 



Persamaan ini, seperti cerita banyak orang umumnya. Jika kau mengikuti alur sesuai dengan syariat islam tidak keluar dari jalur yang sudah Allah tetapkan maka jika “Lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap”