Newton I
Aku teringat…. Kala hujan mulai berhenti membasahi bumi.. disaat yang
sama kau – pun mulai perlahan menghilang. Pergi tak kembali hilang tanpa ada
alasan, rintik hujan seakan berkata “dia pun sama dengan ku”. Kau tau apa yang
lucu dari semua ini? Iyaa… semua perhatian mu kepada ku ter nyata palsu.
Aku teringat…. Kala pagi hari yang mulai tak sama, saat dulu ku dengar
suara notif darimu dari ponsel ku yang sengaja ku bedakan agar ku tau itu
adalah dirimu. Saat malam yang biasa ku dilewati dengan mendengar cerita
keseharian mu bercerita hingga rasa kantuk diantara kita sudah memenuhi bola
mata hingga terlupa bahwa ternyata aku hanya dijadikan mu teman cerita.
Aku teringat….
Kala ucapan “selamat pagi” darimu yang selalu ku
tunggu
Aku teringat….
Kala dirimu meminta kepadaku agar menyanyikan sebuah lagu
untukmu
Aku teringat…. Aku teringat….
Aku…
Teringat…
Saat…
Dirimu…
Pergi…
Aku tak tahu mengapa aku bisa
begitu puas mendengar tawamu, sejumlah candaan aku tengah kumpulkan agar kau
bisa selalu tertawa, sejumlah kebahagiaan aku tengah aku produksi agar nanti
kesedihan mu bisa kau ganti dengan kebahagiaan yang kubuat. Tawa mu bagaikan secangkir kopi; pahit
namun menenangkan sakit, bagaikan cinta
pada pandangan pertama; indah namun semua itu hanyalah fana.
Aku bagaikan kayu yang dimakan bara api; terbakar, panas saat mengetahui
kabar mu yang sudah mendapatkan orang yang lebih bisa membuat mu bahagia.
Kenangan yang yang semu membuatku menyadari sesuatu, bahwa selama ini kau hanya
berpura – pura, kau hanya menghubungi ku saat dirimu kesepian, memanggil ku
saat air mata menderai keluar. saat itu kusadari aku harus bisa melupakan mu.
Dan benar…
Yang tersulit dari melupakan bukan kenangan nya
Tapi kebiasaan kebiasaan yang sering di jalani bersama
Ingin ku berteriak karena aku tak bisa memilikimu sedetik saja sungguh
aku ingin memiliki mu walau tak selamanya paling tidak bisa mewarnai setiap
cerita. Gila? Tidak… aku hanya disilaukan pada sinar kegelapan dunia yang sudah
sangat jelas dijelaskan dalam al-quran bahwa itu semua haram dan takkan bahagia
manusia yang tergila pada dunia.
Maaf aku terlalu tergila gila padamu…
Maaf aku terlalu ingin memilikimu…
Maaf jika aku ingin mengambil semua senyuman dan tertawa mu sebagai
koleksi pribadi ku, mengambil hak mu untuk hidup bebas. Melupakan ku bahwa aku
memang tak pantas untuk hidupmu.
Berat rasanya meninggalkan mu namun apa yang bisa ku lakukan? seperti
mengarungi samudra, senyummu perlahan mulai bisa ku lupakan. kau tak bergeming
kau tak pernah mengatakan bahwa aku berkelakuan seperti anak kecil, kau tak
pernah mau untuk memberi tau ku bahwa dari dulu kau memang tak pernah menyukai ku. Namun aku bersyukur karena tepat
setelah kau meninggalkan ku Allah memberikan hidayah nya kepada ku lewat
perantara dirimu, tepatnya lewat kata kata perpisahan darimu.
Hidayah itu datang dan memberi tau ku bahwa selama ini aku salah menilai
cinta, aku salah meyikapi cinta, aku salah karena aku sudah meninggalkan cinta
yang paling tulus, cinta yang dari dulu tak pernah meninggalkan ku, yaitu cinta
Allah. Bahkan selama ini alasan mengapa aku tak bisa medapatkan mu ada di
al-quran, kitab yang selama ini aku baca.
قُلْ
إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ
وَأَزْوَاجُكُمْ
وَعَشِيرَتُكُمْ
وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ
تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي
سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا
يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Artinya: katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah
lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Q.S. AT – TAUBAH : 24
Begitu jelas sudah di jelaskan, “jika kalian mencintai sesuatu atau
seseorang melebihi cinta kalian kepada Allah maka tunggulah sampai Allah
memberi keputusan”. Sekuat apapun kita mencoba, sekuat apapun kita sudah
berusaha, sekuat apapun kita menghiburnya kalau cinta sudah melebihi batas maka
pasti kita tak bisa mendapatkan nya. Kenapa? karena Allah sangat mencemburui
seseorang yang berharap pada selain nya.
Dari sini
ku belajar… bahwa sebenarnya cinta itu fana
pada dasarnya
cinta itu
fitrah jika di gunakan dengan cara yang haram maka takkan pernah bahagia
hidupmu
jika
digunakan dengan cara yang halal maka indahlah hidupmu
Setabah apapun kita mencoba untuk membuat dia bahagia yang belum halal,
seberapa hebat pun kita membuat bahagia, seberapa pun kuatnya kita menahan
kantuk untuk mendengar setiap ceritanya, secepat apapun kita membalas pesan
dari – nya pada akhirnya nanti yang paling kita banggakan kelak akan menjadi
yang paling kita relakan
Terima kasih untuk dirimu yang sudah meninggalkan ku, aku tak
menyesalinya saat engkau pergi yang ku sesali adalah aku selalu menyebut namamu
didalam doa ku, selalu ku pinjam namamu sampai kusadari semua itu tak berguna semua
yang telah ku jalani menjadi pengalaman yang berharga bagiku.
Terima kasih untuk yang tak bisa
menjadi kasih… Walau pun demikian mungkin ini adalah sesuatu yang harus ku
jalani. Jangan lagi mencari ku di masa lalu karena diriku sudah tak ada disana
walaupun ku tau kau mungkin tak pernah mencari ku. Maaf jika aku pernah
melakukan sesuatu yang bodoh dan konyol hanya untuk membuat mu tertawa.
Walaupun terkadang aku harus menahan rindu namun jika bukan karena
aku takut kepada Allah pasti diriku akan kembali menghubungimu.
Ohh iya kau tau apa yang lebih berat dari rindu? Iyaa menahan khusyuk
dalam solat walaupun hanya 5 menit. Rindu masih kau tahan namun, khusyuk dalam
solat sangat suit. Terkadang senyuman,
kenangan dan lain lain lewat terlintas.
Kau bisa menahan rindu sampai ber tahun tahun? itu biasa… tak
ada yang istimewa…
Namun… jika Kau bisa menahan khusyuk dalam solat walau hanya
5 menit maka percayalah kau hamba Allah yang istimewa.
Kau tau apa artinya dari semua ini? Iya terkadang aku sering
meninggalkan Allah hanya karena dirimu dan aku baru sadar sekarang bahwa “jika
aku kehilangan dunia tapi masih memiliki Allah maka aku akan baik baik saja
tapi jika aku kehilangan Allah maka aku akan kehilangan SEGALANYA”.
Bunyi Hukum Newton 1
Bunyi: "Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan
nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula
bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan
tetap".
Persamaan
ini, seperti cerita banyak orang umumnya. Jika kau mengikuti alur sesuai dengan
syariat islam tidak keluar dari jalur yang sudah Allah tetapkan maka jika
“Lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap”